Peningkatan Kasus HIV/AIDS, Ancaman Pergaulan Generasi
Ilustrasi penyebaran HIV/AIDS
Oleh: Desi Melza, S. Hum
(Pegiat Literasi Islam Pekanbaru)
TANTANGAN saat ini dalam dunia kesehatan global merupakan peningkatan kasus HIV/AIDS. Dalam beberapa tahun terakhir HIV/AIDS menjadi momok menakutkan di tengah masyarakat. Di samping stigma negatif terhadap penderita dan bahkan ketidaktahuan seseorang ketika virus sudah hidup di dalam tubuhnya. Apalagi kasus ini didominasi oleh usia muda (usia produktif). Tentu saja hal ini berakibat kepada terancamnya bonus demograsi. Ketika usia produktif secara drastis bisa memajukan pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika bonus demografi gagal dimanfaatkan maka ada efek yang bakal dirasakan.
Kelompok paling banyak terkena HIV/AIDS di Kabupaten Semarang adalah kelompok usia produktif berusia 26-30 tahun, bahkan ditemukan 3 kasus tersebut pada kelompok pelajar dan mahasiswa.
Penularan virus terjadi melalui kontak seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah yang tercemar dan dari ibu ke bayi. Namun penyebab tertinggi dari kalangan lelaki suka lelaki (LSL). Inilah sebab sebaran virus HIV masif dan kelompok LSL ini semakin terbuka untuk menormalisasi kegiatannya. Apalagi di media sosial banyak bertebaran berita tentang mereka dan anehnya mereka menganggap hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan harus dimaklumi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengungkap tingginya kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dipicu maraknya hubungan seksual sesama jenis. Khususnya pada kelompok lelaki seks lelaki (gay)
Sistem Pergaulan yang Rusak
Gaya hidup pergaulan bebas yang kini banyak digandrungi oleh generasi muda merupakan salah satu sebab meningkatnya kasus HIV/AIDS. Tak dipungkiri pergaulan yang bebas nan bablas ini dikarenakan oleh sistem kehidupan yang menjauhkan peran agama. Sistem sekulerisme ini jelas merusak generasi karena standar tolok ukur setiap perbuatan hanyalah hawa nafsu dan manfaat saja. Jika kerusakan ini terus berlangsung maka akan banyak bencana yang terjadi.
Apalagi semakin maraknya normalisasi perilaku menyimpang seperti homoseksual, maka semakin terlihat kehancuran generasi saat ini. Kebanggaan mereka saat mengakui mengidap HIV dan mengkonsumsi ARV. Padahal kaum homoseksual inilah penyumbang terbesar tingkat penularan HIV / AIDS .
Akar permasalahan HIV adalah sistem pergaulan yang bebas (aspek hulu). Para generasi muda tadi memahami hidup bebas untuk memenuhi keinginan sesaat saja. Apalagi kehidupan hari ini yang jauh dari Islam. Namun, upaya pemerintah berfokus hanya pada deteksi, penanganan, dan pengobatan ( aspek hilir ). Akhirnya akar permasalahan tetap bertahan.
Eksistensi media yang bebas juga memiliki pengaruh besar. Secara terbuka memamerkan apapun aktivitas kaum menyimpang ini tanpa adanya filter. Tidak adanya sanksi yang menjerakan maka kerusakan pergaulan ini semakin meluas.
Islam Melarang Pergaulan Bebas
Sudah jelas bahwa pergaulan bebas itu dilarang dan termasuk dosa besar. Sistem pergaulan dalam Islam mewajibkan pemisahan antara laki-laki dan perempuan, kecuali dalam hal-hal yang dibolehkan syariat seperti jual beli, pengobatan dan pendidikan. Islam benar-benar mengatur segala aspek dalam kehidupan manusia. Karena aturan ini digunakan untuk menjaga umat dan generasi.
Setiap manusia memiliki potensi naluri (gharizah) yang memang ada tata cara pemenuhannya seperti naluri seksual. Namun, Islam jelas melarang hubungan menyimpang yang jauh dari aturan agama. Seperti hubungan sesama jenis yang menjadi sarana penularan HIV/ AIDS.
Islam juga memiliki sistem sanksi yang tegas kepada pelaku zina dan homoseksual. Sanksi ini bersifat menjerakan para pelaku sehingga orang lain tidak akan mengulangi keharaman tersebut. Tetapi, sanksi ini berlaku ketika hukum syariat memang sudah diterapkan secara kaffah (menyeluruh) dalam suatu negara.
Termasuk juga media dalam sistem Islam yang bersifat edukatif untuk mendukung pembentukan kepribadian Islam. Mengharamkan semua konten yang melanggar syariat dan mampu untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam dunia digital.
Sudah saatnya kita selamatkan generasi dari bahaya pergaulan bebas yang berujung penularan HIV/AIDS dengan mengecam dan berhenti menormalisasi sikap menyimpang pada kaum homoseksual. Serta berjuang dalam penerapan Syariat Islam di bumi ini. Karena di dalam syariat terdapat kemaslahatan. ***

Tulis Komentar